Skip to content

Penyebab Kulit Kering dan Cara Merawatnya

Memiliki kulit yang halus, kenyal dan kencang menjadi harapan semua orang. Untuk mendapatkan kondisi kulit yang demikian perlu adanya usaha yang lebih. Apalagi kulit sangat berisiko kehilangan cairan yang menyebabkan kulit menjadi kering.

Kulit kering merupakan suatu kondisi umum dimana kulit mengalami kekurangan cairan terutama di lapisan terluar kulit. Biasanya kulit yang mengalami hal ini adalah yang berada pada wajah, tangan, lengan, dan kaki karena biasanya lebih terbuka.

Untuk beberapa orang, kulit kering sudah dialami sejak lahir. Namun sebagian besar kondisi ini terjadi akibat kebiasaan saat mandi yang kurang tepat maupun faktor-faktor lain dan terjadi dalam waktu yang sementara.

Kulit yang mengalami kekeringan akan terasa seperti tertarik dan muncul garis-garis halus. Kondisi ini menunjukkan adanya kekurangan kandungan cairan dalam lapisan kulit.

Kulit kering dapat dialami siapa saja, baik pria maupun wanita segala usia. Penyebab kulit kering dan cara-cara sederhana untuk mengatasinya dapat Anda temukan dalam tulisan di bawah ini. Baca terus ya.

Penyebab Kulit Kering

Gejala kulit kering yang sering muncul adalah permukaan kulit yang terasa dan terlihat kasar. Selain itu, pemilik kulit kering akan mendapati kulitnya terasa kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang. Kemerahan dan rasa gatal juga biasa muncul.

Penyebab Kulit Kering
Penyebab Kulit Kering | Source: http://www.thehealthsite.com

Kulit juga dapat mengalami keretakan dan terlihat adanya garis-garis halus pada kulit. Kondisi ini memungkinkan kulit menjadi bersisik dan mengelupas. Pada kondisi yang ektrem, kekeringan pada kulit bahkan dapat mengeluarkan darah. Gejala-gejala tersebut dapat terjadi akibat beberapa hal berikut ini.

  •  Iritasi
    Bahan pakaian yang digunakan dapat menyebabkan iritasi kulit. Beberapa jenis kain bisa jadi tidak cocok dengan kulit Anda sehinggu menimbulkan iritasi dan menjadikan kulit kering. Deterjen dan pelembut pakaian juga menyumbang kemunginan terjadinya iritasi.
  •  Menggosok kulit
    Ternyata menggosok kulit dapat menyebabkan kulit kering. Kegiatan yang selalu dilakukan untuk membersihkan kulit ini bila dilakukan dengan berlebihan akan meningkatkan kemungkinan terjadinya kekeringan pada kulit, terlebih dengan penggunaan spon.
  • Bertambahnya usia
    Hal ini memang kondisi yang tidak bisa dicegah. Seiring dengan bertambahnya usia, kondisi kulit akan menjadi semakin tipis dan kering. Perubahan yang terjadi ini diakibatkan produksi hormon yang berkurang dalam tubuh, termasuk hormon yang bermanfaat untuk kesehatan kulit.
  • Berhanduk langsung setelah mandi
    Kelembaban kulit dapat diperoleh dengan aktivitas mandi. Namun kebiasaan menggosok kulit dengan handuk segera setelah selesai mandi akan menyebabkan kelembaban itu hilang. Sebaiknya keringkan tubuh seperlunya, tidak menggosok terlalu kencang, dan gunakan lotion jika diperlukan.
  • Pemakaian sabun yang salah
    Gunakan sabun yang kandungannya sesuai dengan kebutuhan kulit Anda. Kesalahan memilih sabun ini dapat menghilangkan pelembab alami yang diproduksi kulit sehingga menjadi kering. Selain itu, menggunakan sabun terlalu banyak juga berdampak tidak baik pada kulit.
  • Perubahan cuaca
    Kelembaban udara tentu mempengaruhi kondisi kulit. Tingkat kelembaban yang rendah akibat perubahan cuaca akan membuat kulit mengalami kekeringan. Seperti ketika berada di cuaca dingin, kulit akan terasa seperti tertarik. Hal ini berlaku pula ketika berada di ruangan ber-AC.
  • Mandi uap
    Mandi dengan uap panas memang dapat membersihkan kulit dengan lebih maksimal. Tubuh pun menjadi lebih rileks setelahnya. Namun hal tersebut bisa menyebabkan kulit kering karena temperatur yang panas bisa membuat minyak alami kulit makin cepat kering.
  • Salah pilih produk pelembab
    Produk dengan kandungan alkohol, retinoid, pengharum, dan alpha-hydroxy acid (AHA) sebaiknya tidak digunakan. Pilih pelembab yang mengandung minyak alami seperti minyak zaitun dan minyak jojoba yang dapat mempertahankan kelembaban kulit.
Baca juga:  Cara Merawat Rambut dan Membuat Masker Alami

Menggunakan pelembab setelah kulit terasa kering adalah suatu kesalahan. Produk akan lebih efektif jika digunakan ketika kondisi kulit masih cukup lembab. Sebaiknya pilih produk dalam bentuk krim dibandingkan lotion karena akan lebih bertahan lebih lama pada kulit.

  • Kondisi kesehatan tertentu
    Apabila kulit Anda mengalami kekeringan hingga bersisik dan kemerahan, bisa jadi hal tersebut merupakan indikasi dari penyakit tertentu. Penyakit yang brerkaitan adalah diabetes dan gangguan pada kelenjar tiroid.

Kebiasaan yang perlu diubah untuk menghindari terjadinya kulit kering adalah dengan mengatur frekuensi dan durasi setiap kali mandi. Dalam sehari, jangan mandi terlalu sering, secukupnya saja, dengan durasi mandi sekitar 5-10 menit.

Usahakan untuk tidak terpapar sinar matahari dalam waktu yang lama. Jika keadaan memaksa, maka gunakan tabir surya untuk menjaga kelembaban kulit dan melindunginya dari dampak buruk sinar matahari. Pastikan untuk mengonsumsi air yang cukup.

Masker Wajah Alami untuk Kulit Kering

Memiliki kulit wajah yang kering dapat mengganggu penampilan. Untuk itu perlu melakukan perawatan wajah, baik dengan produk-produk kosmetik yang berfungsi untuk melembabkan kulit maupun dengan bahan-bahan alami.

Menggunakan bahan alami untuk perawatan tentu memiliki lebih banyak kelebihan. Kita dapat membuat racikan yang sesuai dengan kebutuhan kulit. Bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan dan cara pembuatannya tidak memakan waktu yang lama. Selain itu kemungkinan timbulnya efek samping yang merugikan lebih kecil.

Masker Wajah Alami untuk Kulit Kering
Masker Wajah Alami untuk Kulit Kering | Source: https://mybeautybunny.com

Meski begitu, akan lebih aman jika sebelum menggunakan bahan-bahan alami sebagai produk perawatan wajah terlebih melakukan uji alergi pada kulit tangan. Anda hanya perlu mengoleskan bahan di kulit tangan bagian dalam dan biarkan beberapa jam untuk melihat reaksinya.

Untuk melembabkan kulit, Anda dapat menggunakan salah satu bahan berikut dan mengolahnya menjadi masker wajah, yaitu:

  • Madu
    Madu memang sudah dikenal bermanfaat untuk melembabkan kulit. Biasanya banyak digunakan untuk melembabkan bibir dan membuatnya merah alami. Begitu juga untuk melembabkan kulit wajah.Anda dapat melakukannya hanya dengan mengoleskan madu pada wajah dan biarkan selama beberapa menit. Jika sudah dirasa kering baru dibilas dengan air hangat.Untuk mendapatkan manfaat ekstra, Anda bisa berkreasi dengan menambahkan bahan lain pada madu. Salah satunya yaitu minyak zaitun.

Caranya: Campurkan satu sendok teh madu dengan satu sendok teh minyak zaitun. Tambahkan pula dua sendok teh cuka apel dan aduk hingga semua bahan tercampur rata. Oleskan masker ke seluruh wajah lalu biarkan mengering (sekitar 10-15 menit). Jika sudah, bilas wajah menggunakan air hangat.

  •  Alpukat
    Alpukat memang mengandung banyak lemak yang baik untuk tubuh, salah satunya memperbaiki kondisi kulit yang kering.
Baca juga:  Mengenal Parfum dan Cara Menggunakannya dengan Benar

Caranya: Ambil setengah bagian daging alpukat kemudian haluskan. Tambahkan satu sendok teh minyak zaitun ke dalamnya dan aduk hingga rata. Jika kondisi kulit sangat kering, Anda dapat menambahkan madu sebanyak satu sendok teh. Oleskan masker pada wajah secara merata lalu diamkan selama 15-20 menit. Setelah itu bilas menggunakan air hingga bersih.Anda tetap dapat menggunakan produk pelembab yang biasa digunakan setelah melakukan perawatan ini.

  • Oatmeal
    Oatmeal tidak hanya enak untuk dikonsumsi tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan kulit wajah. Anda tentu dapat mengolahnya menjadi masker wajah dan bahkan bahan untuk berendam agar kulit tubuh menjadi lembab.

Caranya: Ambil satu cangkir oatmeal dan tambahkan air hangat. Aduk hingga membentuk adonan. Oleskan adonan tersebut pada wajah dan leher dan diamkan selama 15-20 menit. Lalu bersihkan dengan air hangat.

Kulit Kering = Penuaan Kulit

Semakin bertambah usia, kondisi kulit juga mengalami perubahan, salah satunya kulit yang menjadi kering. Dalam batas normal, kulit kering akan dianggap hal yang sangat umum terjadi pada siapa saja dan dapat diatasi dengan melakukan perawatan sederhana.

Namun yang menjadi perhatian adalah ketika kulit semakin kering hingga dirasa sangat mengganggu.

Kulit Kering = Penuaan Kulit
Kulit Kering = Penuaan Kulit | Source: https://eldercare.org

Penuaan kulit adalah salah satu kondisi kulit yang seringkali membuat banyak orang menjadi khawatir. Terlebih jika kulit wajah yang mengalami masalah ini tentu akan sangat mengganggu penampilan.

Siapa pun tidak ingin dibilang lebih tua dari usianya bukan?

Kulit dapat mengalami masalah penuaan karena faktor ekstrinsik dan instrinsik. Faktor ekstrinsik adalah penyebab yang berasal dari lingkungan termasuk di antaranya sinar matahari, polusi udara, kebiasaan merokok, konsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang kurang, dan konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan.

Sedangkan faktor instrinsik adalah penyebab yang berasal dari dalam tubuh termasuk hormon dan proses metabolisme. Selain kedua faktor tersebut, posisi tidur yang tidak tepat dan gaya gravitasi juga meningkatkan kemungkinan terjadinya penuaan kulit.

Apabila faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan, maka kulit akan mengalami dehidrasi yang merupakan hasil dari terjadinya penuaan kulit.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bertambahnya usia membuat kulit cenderung mengalami dehidrasi karena jumlah NMF (Natural Moisturizing Factor) yang terus berkurang.

Banyaknya NMF berpengaruh terhadap banyaknya air yang dapat diikat untuk mempertahan kondisi kulit tetap lembab dan tidak mengalami kekeringan.

Untuk itu penting sekali menjaga jumlah NMF dalam kulit sesuai dengan kebutuhan. NMF terdiri dari komponen eletrolit yang akan berikatan dengan air, seperti fosfat, magnesium, kalium, kalsium, dan jenis elektrolit lainnya.

Baca juga:  Manfaat dan Cara Melakukan Perawatan Wajah Alami

Kelembaban kulit dapat diperoleh dengan memperhatikan banyaknya cairan elektrolit yang dikonsumsi sehari-hari. Selain menghilangkan dahaga, mengonsumsi minuman bereletrolit juga membantu meningkatkan produksi NMF pada kulit sehingga kulit tidak mengalami kekeringan.

Pada dasarnya penuaan kulit juga memiliki tanda-tanda yang berbeda tergantung faktor penyebabnya. Tanda-tanda yang biasanya terlihat akibat faktor instrinsik adalah kulit yang semakin menipis dan rapuh, kulit yang mengendur karena hilangnya jaringan kolagen dan elastin, jumlah NMF yang terus berkurang, dan kulit terasa kering dan kasar.

Sedangkan apabila disebabkan oleh faktor ekstrinsik tanda-tanda yang terlihat adalah kulit menjadi tebal, berubah warna, terdapat kerutan yang dalam, dan juga kulit terasa kering dan kasar.

Bila Anda merasakan tanda-tanda tersebut terjadi pada Anda, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter kulit untuk mengetahui perawatan apa yang harus dilakukan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada kulit Anda dan memberikan krim atau produk lain yang akan membantu mengatasi masalah tersebut. Selain itu, Anda juga dapat mengetahui apakah kondisi kulit yang dialami merupakan pertanda adanya gangguan kesehatan pada tubuh.

Kulit wajah yang kering memang dapat mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Pastikan untuk melakukan perawatan khusus kulit wajah kering dengan baik dan benar.

Biasakan diri untuk mengonsumsi cukup air, minuman berelektrolit, buah-buahan, dan juga sayuran. Hindari kebiasaan merokok dan selalu menjaga pola hidup sehat karena akan membantu menjaga kesehatan kulit.

Penyebab Kulit Kering dan Cara Merawatnya
5 (100%) 2 votes
Published inKecantikan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.