Skip to content

Benarkah Minuman Bersoda Berbahaya?

Banyak sekali informasi yang menyatakan bahwa minuman bersoda berbahaya untuk dikonsumsi. Bahkan sempat beredar kandungan asam yang ada di dalam minuman dapat digunakan untuk menghilangkan karat, membersihkan toilet, juga melarutkan tulang dan gigi.

Jika minuman ini berbahaya, kenapa masih diijinkan beredar?

Sudah pasti kita sadari, mengonsumsi minuman bersoda yang manis sepanjang hari berdampak tidak baik pada tubuh.

Rasa manis yang didapat dari jumlah gula yang tinggi ditambah asam yang merupakan hasil karbonisasi, menjadikan minuman bersoda sebagai sebuah paket yang buruk.

Untuk pilihan yang paling aman dan masuk akal, minum air putih saja.

Kandungan Asam pada Minuman Bersoda

Sebelum menjawab pertanyaan apakah bahaya minuman bersoda bagi tubuh, kita cari tahu dulu apa saja yang terkandung di dalamnya.

Minuman bersoda dibuat dengan menambahkan karbondioksida dalam tekanan sehingga menghasilkan air yang mengandung asam lemah.

Kandungan Asam pada Minuman Bersoda
Kandungan Asam pada Minuman Bersoda | Source: https://softsolder.com

Pada kebanyakan softdrink bersoda, terdapat beberapa jenis asam yang kesemuanya berkualitas food grade sehingga aman untuk dikonsumsi.

Asam yang biasa ditambahkan ke dalam minuman seperti asam fosfat, asam karbonat, maupun asam sitrat.

Cita rasa asam yang tajam didapat dengan menambahkan asam fosfat (memiliki nilai keasaman lebih kuat dibandingkan asam karbonat dan juga asam sitrat) sedangkan gas CO2 (H2CO3 CO2 + H2O) didapat dari asam karbonat.

Untuk mendapatkan rasa asam sitrus bisa ditambahkan asam sitrat yang bisa didapatkan dari tanaman sitrus. Sesuai dengan namanya, ketiga asam tersebut menyumbang rasa asam pada minuman.

Berbagai jenis asam yang ditambahkan membuat minuman bersoda, umumnya pada kola, memiliki tingkat keasaman yang ditunjukkan dengan nilai pH sebesar 2-4.

Angka ini cukup rendah mengingat pH netral adalah 7. Dengan tingkat keasaman tersebut, kola cukup asam untuk bisa mengoksidasi kotoran yang menempel.

Meski demikian, kandungan asam yang ada di dalam minuman bersoda jenis kola ini masih tergolong asam lemah. Sama halnya dengan asam cuka yang biasa digunakan pada makanan sehari-hari.

Kola untuk Membersihkan Kloset?

Seperti yang disebutkan di atas, minuman bersoda, khususnya jenis kola, memang memiliki tingkat keasaman yang rendah dan dapat digunakan untuk membersihkan kotoran.

Kola untuk Membersihkan Kloset?
Kola untuk Membersihkan Kloset? | Source: http://exministries.tv

Kandungan asam fosfat  serta asam nitrat yang ada di dalam minuman bersoda dapat membantu menghilangkan karat maupun kotoran yang mengerak, tetapi hasilnya tidak akan terlalu efektif.

Mengingat kedua asam yang ada di dalam minuman bersoda termasuk asam lemah.

Untuk membersihkan kloset biasa digunakan asam  nitrat atau asam klorida yang memiliki tingkat keasaman lebih tinggi (asam kuat). Kedua asam tersebut jauh lebih efektif untuk mengoksidasi serta membersihkan kotoran.

Baca juga:  Cara Merawat Gigi yang Benar

Penelitian dan Pembuktian Minuman Bersoda

Melihat kandungan asam yang terdapat pada minuman bersoda membuat kita mengkhawatirkan kondisi perut. Bagaimana bisa kita mengonsumsi minuman dengan tingkat keasaman di bawah 5?

Ada sebuah penelitian yang akan menjawab pertanyaan ini.

Penelitian dilakukan acak dalam skala kecil pada pasien-pasien yang menderita mulas atau sembelit.  Pasien tersebut kemudian dibagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama diberi minum air biasa, sedangkan kelompok kedua diberi minum air bersoda. Setelah 15 hari, keduanya melakukan serangkaian tes.

Hasil yang didapat cukup mengejutkan. Kelompok pasien yang diberi minum air bersoda menunjukkan kondisinya yang semakin membaik, sedangkan pada kelompok pasien yang diberi minum air biasa tidak menunjukkan hal yang sama.

Penelitian dan Pembuktian Minuman Bersoda
Penelitian dan Pembuktian Minuman Bersoda | Source: https://orwh.od.nih.gov

Penelitian lain dilakukan untuk membuktikan efek mengonsumsi soda pada perut. Seperti yang kita tahu, meminum banyak air bersoda akan membuat perut  kembung. Oleh para peneliti di Jepang, kembung ini justru dibuktikan telah membawa manfaat.

Sekelompok wanita yang akan diteliti diminta untuk berpuasa semalaman. Sama seperti sebelumnya, mereka diberi minum air biasa dan air bersoda, dan meminumnya perlahan.

Dalam penelitian tersebut, terdapat 900 ml gas yang dilepaskan dari total 250 ml air yang diminum. Sehingga tidak mengherankan apabila perut para wanita tersebut menggembung, menyebabkan mereka merasa kenyang, meskipun belum makan.

Terlebih lagi, tidak ada rasa tidak nyaman yang ditimbulkan akibat rasa kenyang tersebut.

Meski dengan adanya manfaat minuman bersoda seperti dijabarkan diatas, Anda tetap harus ingat bahwa minuman bersoda pada umumnya tidak mengandung vitamin, mineral, serat, maupun protein. Walaupun serasa mengenyangkan, minuman bersoda sama sekali tidak menyehatkan.

Mitos-mitos Minuman Bersoda Berbahaya

Ada banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat dan berkaitan dengan minuman bersoda. Salah satunya yaitu mengonsumsi minuman bersoda dapat memperlancar dan meredakan nyeri saat haid. Apakah benar?

Minuman bersoda tidak memberikan pengaruh apapun pada proses haid, baik itu memperlancar maupun meredakan nyeri. Bahkan ada pula yang menyebutkan bahwa dengan mengonsumsi minuman bersoda dapat menggugurkan kandungan.

Semua hal tersebut hanyalah sugesti saja.

Mitos-mitos Minuman Bersoda Berbahaya
Mitos-mitos Minuman Bersoda Berbahaya | Source : http://www.independent.co.uk

Mitos lain yang beredar adalah minuman bersoda dapat melemahkan tulang dan merusak gigi.

Pada tahun 2006, sebuah kelompok studi bernama Framingham Heart, melakukan pengkajian terhadap hubungan kepadatan tulang dengan minuman bersoda. Lebih dari 2500 orang terlibat dan beragam jenis minuman berbeda diamati.

Dari penelitian tersebut didapati bahwa wanita yang mengonsumsi minuman bersoda rasa kola tiga kali seminggu akan mengalami penurunan rata-rata kepadatan tulang pinggul. Hasil yang sama terjadi pada konsumsi minuman berkarbonat lain.

Baca juga:  Manfaat Air Putih dan Bahayanya Saat Diminum Sambil Berdiri

Para peneliti berhipotesis bahwa hal ini mungkin terjadi akibat adanya kafein dan aksi dari asam fosfat. Bisa jadi zat-zat inilah yang menghalangi penyerapan kalsium pada tubuh.

Hingga kini masih belum didapati kesepakatan tentang bagaimana pola makan sehari-hari mempengaruhi kesehatan tulang.

Lalu, Bagaimana dengan Kesehatan Gigi?

Yang kita sudah ketahui, kandungan gula ditambah asam apa pun, bahkan yang lemah sekalipun, akan menggerus lapisan enamel pada gigi.

Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa beberapa jenis minuman bergelembung yang lain bisa merusak kerasnya enamel gigi.

Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan beberapa irisan enamel gigi lalu merendamnya dalam beragam jenis minuman bersoda selama 6, 24, dan 48 jam. Yang terjadi adalah enamel tersebut benar-benar mulai tergerus.

Lalu, Bagaimana dengan Kesehatan Gigi?
Lalu, Bagaimana dengan Kesehatan Gigi? | Source: http://www.stethnews.com

Hasil ini sempat ditentang karena pada kenyataaanya kita tidak pernah membiarkan minuman bersoda berada di dalam mulut selama berjam-jam. Meski begitu, efek minuman bersoda dari setiap tegukan dapat menumpuk jika terus dikonsumsi selama bertahun-tahun.

Lebih lanjut, peneliti di Swedia membandingkan tingkat keasaman mulut berdasarkan cara meminumnya. Ada yang meminum dengan singkat, lama, menelannya sekaligus, menyesap, dan menyedot.

Dari penelitian ini ditemukan bahwa semakin lama minuman bersoda ada di mulut, maka semakin turun pula kadar pH di dalam mulut. Hal ini berarti kadar keasaman mulut lebih tinggi.

Sedangkan saat menggunakan sedotan, minuman bersoda langsung menuju ke belakang mulut sehingga mengurangi kemungkinan kerusakan gigi.

Sebenarnya tak hanya minuman bersoda, minuman dengan rasa jeruk nipis, jeruk limau, dan jeruk bali juga memiliki kandungan asam yang paling tinggi. Dalam minuman tersebut dimungkinkan terdapat kandungan asam sitrat untuk memberi cita rasa yang enak dan segar.

Efek Negatif Lain Mengonsumsi Minuman Bersoda

Selain merusak gigi, masih banyak dampak lain yang diakibatkan dari mengonsumsi minuman bersoda. Meskipun beberapa belum bisa dibuktikan dengan penelitian yang terpercaya, tapi tidak ada salahnya untuk meningkatkan kewaspasdaan kita dalam mengonsumsinya.

Efek Negatif Lain Mengonsumsi Minuman Bersoda
Efek Negatif Lain Mengonsumsi Minuman Bersoda | Source: http://www.rodalesorganiclife.com

Efek negatif mengonsumsi minuman bersoda pada tubuh diantaranya:

  • Kandungan gula yang tinggi. Ini membuat orang yang mengonsumsi minuman bersoda sebanyak satu atau lebih sehari akan memiliki risiko 31% lebih besar untuk mengalami obesitas.
  • Untuk setiap minuman bersoda yang dikonsumsi ekstra dapat meningkatkan risiko obesitas sampai 1,6 kali lipat.
  • Picu sakit ginjal. Mengonsumsi dua botol minuman bersoda atau lebih setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis. Meningkatnya tekanan darah akibat kafein yang terlalu banyak juga akan merusak kapiler di nefron ginjal.
  • Selain itu, banyaknya fosfor atau kalium dapat membuat ginjal cepat rusak hingga dapat menyebabkan aritmia jantung. Tak hanya itu, adanya kalsium berlebih membuat urine keluar dengan cepat dan membentuk batu ginjal pada sistem kemih.
  • Berakibat buruk pada saluran pencernaan. Zat-zat yang ada dalam minuman bersoda bisa membuat perut menjadi kembung. Keadaan ini akan membuat cairan lambung naik menuju kerongkongan dan menyebabkan nyeri pada ulu hati.
  • Selain itu juga dapat menimbulkan masalah bagi mulut seperti serangan pada email gigi dan membuat gigi menjadi sensitif.
  • Timbun kafein. Minuman bersoda, selain mengandung asam juga mengandung kafein, bahkan menjadi salah satu sumber utama. Satu kaleng soda berukuran 12 ons bisa mengandung 45 mg kafein dan bahkan bisa melebihi 100 miligram.
  • Angka ini mendekati jumlah kandungan kafein yang ada di dalam kopi.
  • Seluruh minuman berkafein banyak dikaitkan dengan gangguan kesehatan seperti insomnia, hipertensi, detak jantung yang tidak normal, peningkatan kolesterol darah, pengurangan vitamin dan mineral, gumpalan pada payudara, cacat lahir, bahkan kanker.
  • Bisa menimbulkan kerusakan sel yang serius. Kandungan sodium benzoat atau bahan pengawet yang ada di dalam minuman bersoda, memiliki kemampuan untuk mengubah bagian penting dari DNA seseorang.
  • Terjadinya gangguan seperti ini biasa dikaitkan dengan proses penuaan dan penyalahgunaan alkohol. Semula, sodium benzoat yang berasal dari asam benzoik ini memang sudah biasa digunakan untul mencegah pertumbuhan jamur dalam industri minuman ringan.
  • Penggunaan zat selama bertahun-tahun ini nyatanya banyak dicampur dengan vitamin C yang justru membuat sodium benzoat berubah menjadi zat karsinogenik yang disebut benzene.
  • Zat kimia tersebut memiliki kemampuan untuk merusak DNA yang ada di mitokondria.
  • Merusak sel darah putih. Kandungan gula dari minuman bersoda dapat merusak kemampuan sel darah putih untuk mencerna dan membunuh bakteri gonokokal selama 7 jam.
Baca juga:  Awas, Cat Kuku Berbahaya! Waspadai dari Sekarang!

Efek-efek tersebut bukanlah hal yang pasti terjadi pada setiap orang yang mengonsumsi minuman bersoda. Yang perlu diingat adalah mengonsumsinya dengan jumlah yang sewajarnya.

Para produsen minuman bersoda tentu menyatakan produknya menggunakan bahan-bahan food grade yang tidak membahayakan tubuh. Meski begitu, ada baiknya jika kita bisa mengendalikan diri dengan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Masih banyak alternatif minuman yang bisa dikonsumsi jika bosan dengan air putih biasa. Minuman sehat seperti sari kedelai, susu, teh hijau atau teh hitam, dan lain sebagainya.

Tapi jika Anda tidak dapat menahan diri untuk mengonsumsi minuman soda, ada baiknya Anda menyiapkan sedotan untuk meminumnya. Setidaknya gigi Anda terlindungi dari asam yang ada di dalam minuman bersoda.

Benarkah Minuman Bersoda Berbahaya?
5 (100%) 1 vote
Published inKesehatan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.