Skip to content

Manfaat Air Putih dan Bahayanya Saat Diminum Sambil Berdiri

Kita pasti sudah sering mendengar saran untuk mengonsumsi air putih sebanyak delapan gelas setiap hari. Kenapa harus air putih? Selain mudah ditemukan, air putih tidak mengandung kalori serta gula sehingga sangat baik untuk menjaga tubuh tetap sehat. Air putih memiliki banyak manfaat yang baik sebagai penghilang haus dan penjaga kadar cairan dalam tubuh.

Dengan memiliki jumlah cairan yang cukup dalam tubuh, sistem pencernaan akan dapat berjalan dengan baik. Makanan yang dikonsumsi juga dapat terserap lebih maksimal oleh tubuh. Selain itu, air putih dapat membantu menjaga suhu tubuh agar tetap normal.

Air putih memang tidak mengandung kalori, tetapi dengan mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup akan memberikan energi pada otot dan juga melumasi sendi-sendi agar tetap lentur. Jumlah cairan tubuh yang tidak seimbang akan membuat otot mengalami kelelahan.

Mengonsumsi air putih akan menjaga kondisi kulit tetap segar dan mencegah terjadinya peningkatan berat badan karena dapat mengendalikan jumlah kalori dalam tubuh. Proses pembuangan sisa makanan juga terbantu dengan mengeluarkannya melalui keringat, urin, dan kotoran.

Berapa Takaran Normal agar Tidak Kekurangan Cairan?

Menjaga jumlah cairan tubuh adalah suatu keharusan dan air putih merupakan sumber yang paling tepat. Masing-masing orang akan memiliki kebutuhan cairan yang berbeda yang salah satunya tergantung dari aktivitas yang dilakukan.

Berapa Takaran Normal agar Tidak Kekurangan Cairan
Berapa Takaran Normal agar Tidak Kekurangan Cairan | Source: https://www.healthline.com

Umumnya pada wanita dewasa disarankan untuk mengonsumsi delapan gelas berukuran 200 ml alias 1,6 liter setiap hari. Sedangkan pada pria disarankan sebanyak sepuluh gelas alias 2 liter setiap hari.

Pemenuhan jumlah cairan tubuh juga didapatkan dari makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Contohnya bayam dan semangka yang 90 persen kandungannya adalah air. Tidak perlu takut kelebihan cairan karena nantinya akan dikeluarkan dari tubuh melalui keringat, buang air kecil dan besar, serta bernapas.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika tubuh mengalami kekurangan cairan. Mengalami sakit kepala, lemas, perubahan warna urin atau jumlahnya tidak seperti biasa adalah tanda-tanda tubuh membutuhkan banyak cairan. Aktivitas yang tinggi tentu akan membuat kebutuhan cairan juga tinggi, terutama yang melibatkan fisik.

Saat sakit demam, diare, atau muntah-muntah tubuh akan banyak mengeluarkan cairan sehingga sangat diperlukan asupan cairan yang lebih. Cuaca yang sangat panas juga berpotensi membuat tubuh mengalami dehidrasi. Konsumsi air lebih banyak disarankan untuk wanita hamil dan menyusui, yaitu sebanyak 2,3 liter dan 3,1 liter setiap hari.

Biasakan Minum Air Hangat di Pagi Hari

Minum air putih setelah bangun tidur dipercaya dapat mengurangi bau mulut. Tetapi beberapa orang justru memilih minum kopi meskipun perut masih dalam keadaan kosong. Jika Anda adalah salah satu orang yang memiliki kebiasaan ini, sebaiknya hilangkan mulai sekarang.

Baca juga:  MSG = Silent Killer, Benarkah itu Semua?
Biasakan Minum Air Hangat di Pagi Hari
Biasakan Minum Air Hangat di Pagi Hari | Source: https://juicing-for-health.com

Air putih hangat setiap pagi baik untuk perut yang kosong. Dengan menjadikannya kebiasaan, tubuh akan senantiasa dalam kondisi yang prima. Selain itu ada beberapa manfaat lain apabila Anda rutin minum air hangat setiap bangun tidur seperti berikut ini.

  1. Terhindar dari masalah penuaan kulit

Secara alami, tubuh akan menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh setiap hari. Adanya zat sisa tersebut dapat mempercepat penuaan kulit karena bersifat racun. Air hangat akan membantu proses detoksifikasi tubuh dengan baik.

Minum air hangat setelah bangun tidur di pagi hari akan meningkatkan suhu tubuh sehingga tubuh mengeluarkan keringat. Keringat tersebut akan menjadi media dari zat-zat sisa dalam tubuh untuk keluar. Selain itu, sel-sel kulit dapat beregenerasi dengan lebih baik dan juga elastisitas kulit meningkat.

Anda juga dapat menambahkan sedikit madu atau lemon ke dalam air hangat untuk hasil yang lebih optimal.

  1. Mengurangi rasa sakit saat menstruasi

Rasa sakit ini memang hanya dapat dimengerti oleh wanita mesipun tidak semuanya mengalami sakit yang sama. Proses pelepasan sel darah kotor yang melekat pada dinding rahim diduga menjadi penyebab timbulnya rasa sakit atau nyeri pada perut.

Dengan minum air hangat, proses pelepasan tersebut akan menjadi lebih mudah dan juga melemaskan otot-otot perut sehingga meminimalkan timbulnya rasa sakit.

Dengan cara yang sama, air hangat akan mengurangi rasa sakit seperti kram pada tubuh karena akan meningkatkan sirkulasi kapiler dan melemaskan otot-otot yang tegang dalam tubuh.

  1. Membakar kalori lebih banyak

Mengawali hari dengan minum air hangat dapat meningkatkan kemampuan untuk membakar kalori sepanjang hari. Menambahkan perasaan lemon ke dalam air hangat akan memecah jaringan lemak yang berlebih dalam tubuh seperti pada bagian lerut, paha, dan lengan.

Selain itu, kombinasi air hangat dan lemon juga membantu mengendalikan keinginan untuk mengonsumsi makanan karena kandungan serat pektin dalam lemon.

  1. Melancarkan sistem pencernaan

Air hangat yang masuk ke dalam tubuh ketika perut masih kosong akan bekerja sebagai pemecah sari makanan yang masih tersisa di dalam organ pencernaan hingga membentuk partikel makanan yang lebih lembut. Dengan begitu pergerakan usus menjadi lebih lancar.

Sebaliknya, kebiasaan minum air dingin setelah makan akan membekukan minyak dan lemak dari makanan yang baru saja dikonsumsi. Akibatnya tubuh akan mengalami kesulitan untuk mencerna sehingga timbul timbunan lemak dalam tubuh.

  1. Meningkatkan sirkulasi darah

Tak hanya dapat memecah timbunan lemak, air hangat dapat memecahkan endapan yang menumpuk pada sistem saraf. Racun dalam tubuh akan dengan mudah dibersihkan dan sirkulasi darah juga menjadi lebih lancar. Dengan begitu, organ-organ dalam tubuh dapat bekerja lebih optimal.

Baca juga:  Cara Menurunkan Berat Badan

Tubuh akan menjadi lebih sehat dan memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terserang penyakit berbahaya.

  1. Mengatasi sembelit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, air hangat akan melancarkan sistem pencernaan yang berarti juga melancarkan pergerakan usus. Usus yang tidak bergerak ini disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh sehingga akan membuat makanan tertimbun dan menyebabkan sembelit.

Membiasakan diri untuk minum air hangat setiap pagi sebelum mengonsumsi apapun dapat membantu usus untuk dapat bergerak dengan lebih aktif. Dengan demikian partikel makanan dapat terpecah sehingga sembelit dapat teratasi.

  1. Menghalau hawa dingin

Manfaat lain yang bisa didapatkan setelah minum air hangat di pagi hari adalah menghilangkan rasa kantuk yang berlebih. Minum air hangat secara bertahap hingga tubuh berkeringat, bukan dengan sekali teguk. Suhu tubuh yang meningkat akan menghalau hawa dingin saat musim hujan. Tubuh menjadi segar dan siap untuk beraktivitas.

Hentikan Kebiasaan Minum Sambil Berdiri

Manfaat air putih sangat banyak dan memang sudah terbukti baik untuk tubuh. Namun kebiasaan minum sambil berdiri akan membuat manfaat tersebut hilang. Yang tersisa hanya bahaya yang mengintai tubuh.

Hentikan Kebiasaan Minum Sambil Berdiri
Hentikan Kebiasaan Minum Sambil Berdiri | Source: https://steemit.com

Karena sudah menjadi kebiasaan, meskipun tidak dalam keadaan terburu-buru maupun dalam pesta yang memaksa untuk berdiri, minum sambil berdiri tetap dilakukan. Adapun bahaya yang dapat terjadi pada tubuh jika masih melakukan kebiasaan ini adalah sebagai berikut.

  1. Mengalami gangguan sistem pencernaan

Dalam posisi berdiri, tenggorokan akan berkerut dan menyempit. Air yang masuk ke dalam tubuh akan langsung menuju dinding perut dalam kecepatan tinggi, tanpa melewati dinding usus terlebih dahulu.
Air yang masuk dengan cepat sehingga membentuk cipratan yang melukai dinding perut ini dalam jangka panjang dapat berakibat kerusakan pada sistem pencernaan.

Hal ini membuat makanan yang masuk dalam tubuh menjadi sulit untuk dihancurkan oleh jaringan pencernaan. Kondisi ini akan menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut, mual, kembung, dan rasa tidak nyaman yang lain.

  1. Melukai dinding lambung

Minum dalam posisi berdua akan berakibat buruk pada kondisi lambung. Dengan air yang langsung masuk dalam tubuh dengan cepat akan memberikan tekanan pada lambung. Hal ini mengejutkan bagian saluran yang menuju ke lambung sehingga menaikkan asam lambung.

Air yang masuk semestinya akan membantu mengencerkan asam dala lambung, namun yang terjadi adalah air dan asam akan tercampur naik dan memberikan sensasi panas dalam perut. Akibat lain yang ditimbukan adalah luka pada dinding lambung. Tentu perlu menjadi perhatian lebih mengingat lambung merupakan organ penting dalam sistem pencernaan.

  1. Gangguan saluran kandung kemih
Baca juga:  Cara Merawat Gigi yang Benar

Di dalam ginjal terdapat filter yang berfungsi menyaring kotoran agar tidak masuk ke saluran selanjutnya. ketika posisi berdiri, filter ini akan tertutup sehingga air yang masuk tidak akan tersaring dan langsung menuju kandung kemih.

MJika dilakukan terus-menerus akan menyebabkan penumpukan kotoran pada saluran ureter sehingga saluran kandung kemih akan terganggu. Kerusakan ginjal pun tak terhindarkan.

  1. Berisiko terkena artritis

Artritis adalah peradangan pada sendi yang akan menyebabkan sendi menjadi kaku dan bengkak ditambah dengan rasa sakit yang membuat penderitanya kesulitan bergerak. Saat minum sambil berdiri, air yang masuk ke dalam tubuh akan tersebar, tidak tersebar merata ke seluruh bagian tubuh, termasuk pada sendi.

Keseimbangan cairan tubuh pun terganggu. Akibatnya, kemungkinan terjadinya penumpukan cairan pada sendi-sendi tubuh menjadi tinggi. Hal inilah yang menyebabkan artritis.

  1. Mengganggu kesehatan jantung

Ternyata saat minum sambil berdiri, saraf-saraf yang ada pada tubuh dapat menegang. Saraf mengalami refleksi yang disebabkan oleh adanya reaksi mendadak dari saraf kelana yang letaknya tersebar di hampir seluruh lapisan endotel (lapisan yang mengelilingi jaringan organ usus kecil dan besar). Sistem urat saraf simpatik juga akan aktif karena berfungsi untuk menahan otot dan menjaga keseimbangannya.

Yang perlu menjadi catatan adalah bahwa saraf kelana dan saraf simpatik merupakan bagian dari sistem saraf yang berhubungan langsung dengan jantung. Apabila kedua saraf ini mengalami refleksi, maka akan mempengaruhi detak jantung.

  1. Mengganggu keseimbangan tubuh

Sebelumnya telah disebutkan bahwa saraf akan menegang saat kita minum dengan posisi berdiri. Kondisi ini membuat jaringan organ yang ada pada saraf pusat menjadi tertekan karena dipaksa bekerja untuk menstabilkan kondisi tubuh.

Akibatnya, saraf-saraf tubuh berada dalam kondisi stres yang akan memicu munculnya ketidaknormalan fungsi saraf. Lebih jauh, hal ini akan mempengaruhi keseimbangan , koordinasi otot dan gerak tubuh.

  1. Merasa haus terus menerus

Rasa haus muncul karena tubuh mengalami kekurangan cairan. Minum memang menjadi solusi, tetapi jika dilakukan sambil berdiri maka percuma. Air yang masuk ke dalam tubuh justru menyebar sehingga tidak dapat diserap dengan baik oleh tubuh. Agar lebih efektif menghilangkan haus, minum air sambil duduk dan meneguknya sedikit demi sedikit.

Mulai sekarang pastikan tubuh memiliki asupan cairan yang cukup. Menjaga kesehatan tubuh tidak susah kok. Mari sama-sama ubah kebiasaan buruk ini untuk tubuh yang lebih sehat.

Manfaat Air Putih dan Bahayanya Saat Diminum Sambil Berdiri
4.6 (91.43%) 7 votes
Published inKesehatan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *