Skip to content

Kawat Gigi dan Cara Merawatnya

Seiring pertumbuhan manusia, bagian-bagian tubuh yang juga terus berkembang dapat mengalami penyimpangan. Salah satunya yang sangat umum adalah posisi gigi yang tidak semestinya.

Biasanya ini terjadi karena gigi yang saling sundul saat tumbuh, atau akibat makanan yang dikonsumsi.

Beberapa orang akan merasa hal ini sangat mengganggu penampilan dan mungkin juga aktivitas yang melibatkan gigi dan mulut.

Permasalahan seperti jarak antar gigi yang terlalu besar, gigi yang tumbuh bengkok, dan gigi depan pada rahang atas yang tidak sejajar dengan rahang bawah dapat diatasi dengan pemasangan kawat gigi.

Dengan beragam permasalahan yang berkaitan dengan gigi dan mulut, beragam jenis kawat gigi juga disediakan. Mulai dari kawat gigi permanen yang berbahan logam hingga kawat gigi lepas-pasang yang tembus pandang.

Tentu Anda perlu memeriksakan kondisi gigi dan mulut terlebih dahulu pada dokter ortodonti untuk menentukan kawat gigi yang paling tepat.

Rasa sakit juga akan muncul selama proses pemasangan dan pemakaian kawat gigi. Meskipun pada umumnya banyak dirasakan oleh pengguna kawat gigi permanen. Tapi jangan panik dulu.

Dengan penanganan profesional serta mengikuti segala instruksi dari dokter, rasa sakit tersebut dapat diminimalisir. Nah, ada pula cara-cara mudah yang dapat Anda lakukan sehari-hari. Baca terus ya.

Jenis Kawat Gigi sesuai Kebutuhan

Secara umum, permasalahan fisik pada gigi dapat diatasi dengan memasang kawat gigi. Tak hanya memperbaiki penampilan, dengan memiliki gigi yang tersusun rata aktivitas bicara Anda juga akan lebih jelas.

Mengunyah dan menggigit makanan pun lebih baik, bahkan untuk beberapa kasus dapat mengatasi kesulitan berbicara.

Jenis Kawat Gigi sesuai Kebutuhan
Jenis Kawat Gigi sesuai Kebutuhan | Source: https://www.3dental.ie

Setelah melakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang ada, dokter ortodontis akan menentukan jenis kawat gigi yang paling sesuai kondisi pasien. Berikut ini jenis-jenis kawat gigi yang paling umum digunakan:

  • Kawat gigi permanen dibutuhkan untuk merapikan letak gigi dalam jumlah yang banyak sekaligus. Jenis ini paling umum digunakan, dengan bantalan kotak yang ditempelkan pada permukaan setiap gigi dan dihubungkan oleh kawat dari bahan logam.
    Namun seiring dengan perkembangan kebutuhan manusia, dibuat pula kawat gigi dari bahan keramik atau plastik yang transparan sehingga tidak terlalu mengganggu penampilan.
  • Kawat gigi lepas-pasang digunakan apabila terdapat masalah kecil pada gigi seperti gigi bengkok. Berbeda dengan kawat gigi permanen, jenis ini hanya berupa penampang berbahan plastik yang kemudian dipautkan ke beberapa gigi dan menutup langit-langit mulut.
    Sesuai namanya, kawat gigi ini dapat dilepas dan dipasang dengan mudah. Utamanya saat akan membersihkan gigi dan mulut, bisa juga saat akan berolahraga.
  • Kawat gigi fungsional sama dengan kawat gigi lepas-pasang namun ada sepasang yang dipasangkan pada gigi atas dan bawah. Hal ini karena kawat gigi jenis ini digunakan untuk memperbaiki posisi rahang atas dan bawah yang tidak sejajar dengan gigi.
    Untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya digunakan secara terus-menerus dan dilepas hanya saat makan dan membersihkan gigi.
  • Headgear mungkin salah satu alat perawatan gigi yang cukup menyusahkan. Saat mengenakan alat ini penggunanya tidak dapat makan dan minum.
    Hal ini karena pengait akan ditambahkan pada kawat gigi Anda lalu diletakkan pada kepala agar dapat menarik posisi gigi bagian depan. Oleh karena itu alat ini biasanya digunakan saat tidur atau beberapa jam di malam hari.
  • Retainer digunakan untuk menjaga posisi baru gigi, gusi, dan tulang di akhir masa perawatan ortodontis. Secara alami, posisi gigi akan terus mengalami perubahan sehingga penggunaan retainer dibutuhkan untuk mencegahnya kembali ke posisi semula.
    Alat ini ada yang permanen dan juga lepas-pasang, tergantung kebutuhan pengguna. Namun setidaknya digunakan secara rutin beberapa jam dalam sehari.
Baca juga:  Cara Menurunkan Berat Badan

Ada satu jenis lagi yang saat ini sedang menjadi pilihan banyak orang dewasa dan memang dikhususkan untuk yang sudah tidak lagi mengalami pertumbuhan gigi dan gusi. Produk tersebut adalah kawat gigi tembus pandang (Clear Aligner) yang bersifat lepas-pasang.

Clear Aligners berupa pelindung gigi yang praktis dan juga membantu merapikan posisi gigi. Alat ini dipilih juga karena tidak mengganggu penampilan meskipun harganya lebih mahal dari kawat gigi biasa.

Prosedur Pemasangan Kawat Gigi

Semenjak kawat gigi menjadi tren, mulai banyak muncul tukang gigi yang membuka jasa pemasangan kawat gigi. Meskipun dengan iming-iming harga yang lebih murah, sebaiknya tetap memilih perawatan yang dilakukan oleh dokter gigi spesialis ortodonti.

Tindakan yang dilakukan pun akan lebih terjamin keselamatannya karena memang merupakan dokter khusus yang menangani permasalahan seputar gigi mulai dari diagnosis, pencegahan, serta perawatan.

Prosedur Pemasangan Kawat Gigi
Prosedur Pemasangan Kawat Gigi | Source: https://www.yourdentistryguide.com

Hal pertama yang dilakukan sebelum pemasangan kawat gigi adalah berkonsultasi dengan ortodontis. Perlukah pemasangan kawat gigi dan seperti apa kondisi gigi Anda dapat ditemukan pada tahap ini.

Pemeriksaan gigi sejak dini tentu akan lebih menguntungkan karena pada usia 6-12 tahun kelainan susunan gigi anak akan mulai terlihat. Meski begitu, usia ideal untuk anak memulai perawatan ortodonti dan menggunakan kawat gigi adalah 12 atau 13 tahun, dimana anak masih dalam masa pertumbuhan.

Setelah serangkaian pemeriksaan dilakukan dan didapatkan hasil bahwa diperlukan pemasangan kawat gigi, maka sebaiknya tindakan ini segera dilakukan. Mengingat posisi gigi dan gusi yang masih dapat terus berubah, dengan perawatan sesegera mungkin akan didapatkan hasil yang lebih optimal pula.

Lamanya waktu pemakaian kawat gigi masing-masing orang akan berbeda tergantung kondisi gigi dan seberapa parah penyimpangannya. Tingkat kepatuhan pasien juga mempengaruhi waktu perawatan.

Umumnya penggunaan kawat gigi dilakukan selama 1-3 tahun lalu dilanjutkan penggunaan retainer selama 6 bulan untuk menjaga posisi baru agar tidak kembali ke posisi semula. Apabila masalah pada gigi sudah teratasi, pasien akan disarankan untuk menggunakan retainer hanya saat tidur.

Memang perawatan gigi akan lebih baik jika segera dilakukan, terlebih saat usia anak-anak. Jika permasalahan baru diketahui saat usia dewasa dan memerlukan penggunaan kawat gigi, tindakan ini tetap dapat dilakukan.

Waktu yang dibutuhkan bisa jadi lebih banyak dibandingkan anak-anak. Hal ini dikarenakan pertumbuhan gigi dan tulang yang sudah berhenti.

Efek Samping Penggunaan Kawat Gigi

Kawat gigi memang digunakan untuk perawatan yang tentunya membawa manfaat bagi penggunanya. Meskipun pemasangan sudah dilakukan oleh ortodontis dengan prosedur yang dijamin aman, namun bukan berarti tidak memiliki efek samping yang mungkin untuk kebanyakan orang dianggap mengganggu.

Baca juga:  MSG = Silent Killer, Benarkah itu Semua?
Efek Samping Penggunaan Kawat Gigi
Efek Samping Penggunaan Kawat Gigi | Source: https://bracesinottawa.com

Efek samping yang dapat terjadi dalam jangka waktu pendek adalah sariawan dan iritasi. Keduanya dapat terjadi akibat adanya gesekan antara bagian dalam bibir dengan kawat gigi. Cara paling mudah untuk membuatnya tidak semakin parah adalah dengan obat kumur antiseptik.

Selain itu, kebersihan gigi dan mulut juga dapat terganggu karena sikat gigi menjadi lebih sulit menjangkau sisa makanan yang ada pada sela-sela gigi. Akibatnya, gigi menjadi berlubang, mineral pada lapisan terluar gigi akan hilang, dan juga rasa sakit pada gusi.

Ada pula efek samping yang terjadi dalam waktu yang lama yaitu memendeknya akar gigi yang dapat terjadi ketika gigi bergerak karena adanya tekanan pada kawat, mengakibatkan gigi menjadi kurang kokoh.

Penggunaan kawat gigi akan menjadi tidak berguna jika segala instruksi yang diberikan oleh dokter ortodontis tidak dijalankan dengan baik. akibatnya, susunan gigi malah kembali ke posisi aslinya setelah kawat gigi dilepaskan.

Untuk itu perlu adanya perhatian yang lebih selama proses pemasangan dan penggunaan kawat gigi agar kemungkinan terjadinya risiko-risiko di atas berkurang. Sebelum memutuskan menggunakan kawat gigi pun sebaiknya pelajari dulu informasi seputar perawatan yang benar.

Sehingga setelah pemasangan, Anda sudah mengetahui jika harus menggunakan sikat gigi khusus dan mengurangi konsumsi makanan manis yang dapat merusak kawat gigi.

Penyebab Rasa Sakit

Meskipun banyak yang menggunakan kawat gigi sebagai fashion item, kenyataannya perawatan ortodonti ini menimbulkan rasa sakit seperti nyeri dan ngilu pada gigi. Hal ini membuat banyak pengguna yang enggan melanjutkan perawatan.

Penyebab Rasa Sakit
Penyebab Rasa Sakit | Source: http://www.netdoctor.co.uk

Timbulnya rasa sakit saat menggunakan kawat gigi hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Dimungkinkan rasa sakit tersebut muncul karena perubahan aliran darah pada gigi sebagai akibat dari adanya tekanan selama pemasangan kawat gigi.

Selain itu, gesekan yang terjadi antara kawat gigi dengan jaringan lembut dalam mulut juga dapat menimbulkan rasa sakit. Akan tetapi hal ini hanya dirasakan di awal-awal pemakaian. Lama-kelamaan jaringan tersebut akan beradaptasi dengan sendirinya sehingga pengguna juga semakin merasa nyaman.

Meski begitu, rasa sakit yang muncul tetap harus dilewati demi hasil perawatan yang maksimal. Namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa sakit, diantaranya adalah:

  • Minggu-minggu awal pemakaian kawat gigi adalah masa-masa adaptasi. Anda mungkin akan merasa terganggu dengan gesekan yang terjadi antara kawat gigi dengan mulut. Hal ini dapat diatasi dengan cara memberikan lilin ortodonti (orthodontic wax) di bagian yang tajamdan menusuk pada kawat gigi.
  • Karena masih beradaptasi, ada baiknya jika memilih makanan yang lunak sehingga tidak perlu banyak aktivitas mengunyah. Dengan begitu rasa sakit yang biasanya terjadi pada 1-3 hari pemakaian akan berkurang.
  • Saat pemasangan maupun selama penggunaan kawat gigi sangat mungkin terjadi luka dalam mulut. Menghindari makanan dan minuman yang mengandung asam akan sangat dianjurkan. Adanya sitrus akan membuat luka semakin parah dan rasa sakit yang ditimbulkan juga semakin menjadi.
  • Hindari pula jenis makanan yang keras dan lengket karena dapat menyebabkab iritasi pada mulut dan juga merusak kawat gigi. Kebiasaan menggigit pensil dan es batu juga sebaiknya dihindari.
  • Ubah kebiasaan menggigit pensil dengan mengunyah permen karet. Aktivitas ini akan membantu meningkatkan aliran darah pada gusi dan mulut sehingga mengurangi rasa tak nyaman selama pemakaian kawat gigi.
  • Menggigit es batu memang perlu dihindari namun mengonsumsi es krim justru dianjurkan. Makanan yang dingin dapat memberi rasa kebal yang membuat rasa sakit berkurang.
  • Apabila cara-cara di atas tidak memberikan efek yang semestinya, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol yang tentunya atas ijin dokter.
Baca juga:  Benarkah Minuman Bersoda Berbahaya?

Biasanya rasa sakit muncul setelah penggunaan kawat gigi atau setelah kontrol rutin dengan penyesuaian ulang kawat gigi.

Dalam kondisi tertentu mungkin Anda merasakan sakit tak tertahankan hingga tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasanya, maka segera konsultasikan masalah ini pada dokter ortodonti Anda.

Kawat Gigi dan Cara Merawatnya
5 (100%) 2 votes
Published inKesehatan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.