Skip to content

Cara Merawat Gigi yang Benar

Menjaga kesehatan gigi dan mulut sangatlah penting, mengingat posisinya sebagai pintu gerbang masuknya makanan dan minuman dengan bahan-bahan yang mungkin membahayakan tubuh.

Apabila terdapat bakteri yang tersimpan dalam mulut, bersamaan dengan makanan yang dikonsumsi, bisa saja bakteri tersebut turut larut dan masuk ke dalam tubuh.

Akibatnya, kesehatan dapat terganggu dan menimbulkan penyakit yang tentu tidak kita inginkan.

Dimulai dengan mempelajari cara membersihkan gigi yang tepat, memilih sikat gigi yang sesuai dengan bentuk mulut, memilih pasta gigi sesuai kebutuhan gigi, hingga cara membasmi bau mulut sudah terangkum disini.

Baca terus ya.

Menggosok Gigi dengan Tepat

Seperti yang sudah banyak dikampanyekan di berbagai media, menggosok gigi setiap pagi dan malam sebelum tidur bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Melakukannya sebanyak dua sampai tiga kali sehari adalah jumlah yang ideal. Lebih dari itu akan berdampak kerusakan pada email gigi serta membahayakan kondisi gusi.

Menggosok Gigi dengan Tepat
Menggosok Gigi dengan Tepat | Source: https://www.mirror.co.uk

Selain frekuensi menggosok gigi yang tepat, Anda perlu memerhatikan cara memegang sikat gigi karena berpengaruh pada kekuatan gerakan. Pergerakan sikat yang terlalu kencang dapat merusak gigi juga gusi.

Untuk itu, sebaiknya pegang gagang sikat gigi Anda seperti sedang memegang pensil, dengan begitu pergerakan sikat menjadi lebih lembut.

Setelah memegang sikat gigi dengan benar, posisikan sikat Anda sedikit miring ke atas (45 derajat dari gusi). Gerakkan sikat secara memutar searah jarum jam berulang kali di seluruh bagian gigi.

Seperti gigi bagian luar dan dalam, juga gigi geraham belakang.

Saat menggosok gigi juga tidak perlu buru-buru. Dengan gerakan sikat yang lembut, pastikan menyikat bagian kanan, kiri, dan depan gigi dan beri waktu kurang lebih 30 detik sebelum pindah dari satu bagian ke bagian yang lain.

Anda juga perlu membersihkan bakteri yang ada pada lidah dan sisi dalam pipi. Sikat dengan lembut dan teratur agar mulut tidak bau naga. Selain menggunakan sikat gigi, Anda juga bisa menggunakan alat khusus untuk membersihkan bagian lidah.

Setelah selesai menggosok gigi dan lidah, bersihkan mulut dengan berkumur menggunakan air bersih. Lebih baik lagi jika Anda berkumur setiap kali selesai membersihkan satu bagian gigi sebelum melanjutkan ke bagian yang lain. Berkumur dengan larutan antiseptik juga menambah perlindungan terhadap bakteri dan membuat mulut segar.

Memilih dan Menyimpan Sikat Gigi dengan Benar

Setelah mempelajari cara menggosok gigi dengan tepat, saatnya kembali ke hal yang paling dasar, yaitu alat yang digunakan. Banyaknya jenis sikat yang ada di pasaran membuat kita tidak bisa sembarangan memilih sikat gigi. Salah memilih dapat berakibat pada kesehatan gigi dan gusi, lho.

Baca juga:  Kupas Tuntas Tentang Telinga: Cotton Bud Berbahaya!
Memilih dan Menyimpan Sikat Gigi dengan Benar
Memilih dan Menyimpan Sikat Gigi dengan Benar | Source: https://www.patientconnect365.com

Ukuran Kepala Sikat. Jika diperhatikan, ada beragam bentuk dan ukuran kepala sikat yang dapat dipilih. Tentu hal ini dimaksudkan agar pengguna dapat memilih yang paling sesuai dengan ukuran mulut.

Meski begitu, umumnya kepala sikat dengan ujung yang mengecil akan memudahkan bulu sikat untuk membersihkan seluruh permukaan gigi hingga ke yang paling ujung.

Selain ukuran kepala sikat, perhatikan pula jenis dan ukuran pegangan sikat, pilih yang paling nyaman digenggaman.

Apabila sikat gigi yang Anda gunakan saat ini dirasa tidak nyaman karena kepala sikat yang terlalu besar, maka segera ganti dengan yang sesuai. Sayang jika tidak dapat membersihkan gigi secara maksimal.

Jenis Bulu Sikat. Anda mungkin sering melihat tulisan soft, medium, dan hard pada bungkus sikat gigi. Tulisan tersebut menunjukkan jenis bulu sikat gigi pada produk.

Untuk memilih jenis mana yang paling sesuai untuk Anda, perhatikan dulu kekuatan gigi dan gerakan menyikat Anda.

Bulu sikat yang terlalu kasar atau keras dapat merusak lapisan pelindung gigi, gusi, dan juga akar gigi. Ditambahkan dengan gerakan menyikat gigi yang kencang akan memperparah kondisi gigi dan mulut Anda.

Jika merasa kesulitan untuk menentukan sikat gigi yang tepat, Anda dapat berkonsulitasi dengan dokter gigi untuk hasil yang lebih meyakinkan.

Bagaimana cara menyimpan sikat gigi juga penting untuk diperhatikan. Bayangkan jika alat yang digunakan untuk membersihkan kuman dari mulut justru mengandung banyak kuman. Untuk itu sikat gigi wajib sekali dijaga kebersihannya.

  1. Biasakan mencuci sikat gigi di bawah air mengalir agar bulu sikat bebas dari kotoran dan sisa makanan. Untuk hasil lebih maksimal, rendam kepala sikat gigi ke dalam cairan pencuci mulut yang mengandung anti bakteri.
  2. Setelah dicuci bersih, jangan buru-buru menutup sikat gigi (jika ada penutupnya) terlebih jika bulu sikat masih dalam kondisi basah. Menyimpannya dalam ruang tertutup seperti lemari atau laci di kamar mandi juga tidak baik karena akan menumbuhkan bakteri.
    Biarkan sikat gigi di tempat terbuka seperti dalam cangkir agar bulu sikat dapat mengering dengan baik. Baru setelahnya penutup dapat dipasang pada kepala sikat. Pastikan sirkulasi udaranya lancar ya.
  3. Lokasi dimana Anda menyimpan sikat gigi juga penting untuk diperhatikan. Biasanya kamar mandi dan toilet menjadi tempat yang paling sering menjadi pilihan. padahal kedua tempat ini justru yang paling banyak terdapat kuman dan bakteri.
  4. Sebaiknya pindahkan sikat gigi Anda ke tempat lain yang lebih minim bakteri seperti wastafel yang berada di luar kamar mandi. Saat meletakkan sikat gigi perhatikan jangan sampai kepala sikatnya bersentuhan dengan sikat lain.

Disarankan untuk rutin mengganti sikat gigi setiap 3-4 bulan atau hingga bulu sikat sudah tidak layak digunakan (rusak, rontok, dan mekar). Mengganti sikat gigi juga sebaiknya dilakukan ketika Anda baru saja pulih dari sakit yang lumayan parah.

Baca juga:  MSG = Silent Killer, Benarkah itu Semua?

Hal ini karena saat sakit, mulut kita dapat menyimpan bakteri juga virus yang selanjutnya menempel pada sikat gigi. Akibatnya, sikat gigi menjadi terkontaminasi mikroba yang dapat menyebabkan penyakit.

Akan lebih berbahaya apabila gusi atau bagian mulut lain mengalami luka karena bakteri akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

Menemukan Pasta Gigi yang Sesuai

Beberapa dari kita mungkin tidak terlalu peduli jenis pasta gigi yang sedang digunakan. Selama ada sikat dan pembersih maka masalah kebersihan gigi terselesaikan.

Para produsen mengeluarkan beragam jenis pasta gigi bukan tanpa alasan. Masing-masing bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gigi dan mulut yang berbeda-beda. Sebagian membutuhkan perawatan gigi berlubang, sebagian lain membutuhkan perawatan gigi sensitif.

Menemukan Pasta Gigi yang Sesuai
Menemukan Pasta Gigi yang Sesuai | Source: http://creativedentalcare.com

Ada baiknya mengenali bahan-bahan berikut untuk memudahkan Anda memilih pasta gigi sesuai kebutuhan.

  • Fluoride, mineral penting yang selalu ada di dalam produk pasta gigi jenis apapun. Bahan ini berguna untuk melindungi email gigi yang mengalami kerusakan karena zat asam dari makanan.
    Fluoride bekerja dengan cara memperbarui mineral yang rusak sehingga membantu lapisan luar gigi agar tetap kuat.
  • Pirofosfat dan zinc sitrat dapat mencegah terbentuknya lapisan bakteri yang mengeras pada permukaan gigi. Lapisan yang telah mengeras (disebut juga karang gigi) akan sulit dibersihkan hanya dengan pasta gigi biasa.
    Untuk itu perlu dibantu dengan pasta gigi yang mengandung kedua bahan tersebut dan pembersihan secara teratur agar tidak terus menumpuk.
  • Jika karang gigi sudah ada pada gigi Anda, maka perlu untuk menemui dokter gigi untuk membersihkannya. Pasta gigi antikarang hanya berfungsi untuk mencegah, tidak mampu untuk membersihkan karang gigi.
    Namun tidak ada salahnya menggunakan pasta gigi jenis ini, asalkan dengan teknik menyikat yang benar maka lapisan bakteri yang belum mengeras dapat dihilangkan.
  • Potasium nitrat berfungsi untuk melindungi sel saraf gigi dari rasa nyeri akibat rangsangan yang terlalu panas atau dingin. Bahan lain yang memiliki fungsi serupa adalah strontium klorida, keduanya biasa ada di dalam pasta gigi untuk gigi sensitif.
    Hal yang pasti adalah pasta gigi ini sifatnya hanya sebagai pereda ngilu, sehingga cara paling baik untuk mengatasi masalah gigi sensitif adalah dengan melakukan perawatan.
  • Hidrogen peroksida adalah salah satu bahan pemutih yang umumnya ada pada pasta gigi. Bahan ini bekerja dengan cara membersihkan gigi dari noda yang menempel dan kemudian melapisinya agar terlihat lebih cerah.
    Sebagai bagian kebutuhan sehari-hari, pasta gigi dengan pemutih data dikatakan relatif aman apabila digunakan setiap hari. Namun jika berlebihan akan berpotensi merusak email gigi.
Baca juga:  Cara Menurunkan Berat Badan

Mengatasi Masalah Bau Mulut

Mengalami bau mulut setiap bangun tidur bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Tentu saja karena hal tersebut sudah sangat umum terjadi pada siapa saja di segala usia.

Beda cerita apabila bau mulut yang dialami bertahan sepanjang hari dalam waktu yang lama (bukan karena puasa ya).

Mengatasi Masalah Bau Mulut
Mengatasi Masalah Bau Mulut | Source: http://www.remediesforme.com

Bau tidak sedap yang dihasilkan merupakan akibat dari adanya bakteri yang menumpuk di dalam gigi, gusi, dan lidah. Kadar air liur dan kebersihan mulut yang kurang mendukung terjadinya bau mulut.

Kebiasaan bernapas melalui mulut, merokok, jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi juga menjadi factor penyebab.

Tapi ternyata tidak selamanya bau mulut dapat diabaikan. Pada kondisi tertentu, bau tak sedap yang dialami mengindikasikan masalah serius yang terjadi di dalam tubuh. Diantaranya adalah:

  • Masalah pada organ pencernaan (perut dan usus) seperti infeksi bakteri yang terjadi pada usus kecil serta lapisan perut. Asam lambung yang naik ke kerongkongan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan bau mulut.
  • Masalah gusi karena adanya penumpukan lapisan bakteri pada gigi yang kemudian menyebabkan peradangan gusi. Kondisi ini apabila tidak segera diatasi akan membahayakan kondisi gusi dan tulang rahang.
  • Masalah-masalah lain seperti skleroderma (gangguan pada kelenjar air liur); sariawan dan luka bekas pencabutan gigi; peradangan kronis yang terjadi pada hidung, sinus, atau tenggorokan; kanker serta gangguan-gangguan lain pada system metabolisme.

Apabila penyebab utama bau tak sedap yang dialami adalah masalah-masalah yang disebutkan di atas maka harus disembuhkan terlebih dahulu.

Namun sebagai usaha untuk mengurangi atau menghilangkan sementara bau tak sedap yang keluar dari mulut, Anda dapat melakukan cara-cara sederhana berikut ini.

  1. Rutin menggosok gigi di pagi dan malam hari sebelum tidur. Pastikan melakukannya dengan teknik yang benar dan tidak terburu-buru. Setidaknya beri waktu dua menit untuk menggosok gigi dengan baik.
  2. Bersihkan juga lidah, gusi, serta langit-langit mulut menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Lanjutkan dengan berkumur menggunakan cairan antibakteri untuk menghilangkan sisa-sisa makanan dan memberi perlindungi ekstra pada gigi dan mulut.
  3. Konsumsi air putih yang cukup untuk menjaga mulut tetap lembab. Anda juga dapat mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula untuk memancing produksi air liur sehingga mulut terhindar dari kondisi kering yang memicu bau mulut.
  4. Perhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, pastikan tidak memiliki bau yang kuat sehingga menyebabkan bau mulut. Hindari kebiasaan merokok karena juga dapat membuat gigi berubah warna. Perbanyak konsumsi buah-buahan serta sayuran secara teratur agar napas segar.

Lakukan pemeriksaan gigi secara teratur untuk mencegah timbulnya gangguan kesehatan gigi dan mulut yang parah. Semoga bermanfaat ya.

Cara Merawat Gigi yang Benar
5 (100%) 1 vote
Published inKesehatan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.