Skip to content

Awas, Cat Kuku Berbahaya! Waspadai dari Sekarang!

Cat kuku memang menjadi barang utama yang dicari untuk menghias kuku dan mempercantik tampilan kuku. Karena penggunaannya yang sudah tersebar luas, banyak Negara yang melakukan penelitian terkait cat kuku ini.

Salah satunya yang dilakukan oleh Departemen Toxic Substances Control (DTSC) di California.

Studi terbaru mereka menyatakan bahwa terdapat produk perawatan kuku di San Francisco Bay Area yang menyatakan produknya bebas racun tetapi tidak didukung dengan pengujian laboratorium.

Ditemukan pula, sebanyak 80 persen produk kosmetik memiliki kandungan, setidaknya satu bahan yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan lingkungan.

Seperti memicu timbulnya kanker, gangguan pada sistem reproduksi, asma dan alergi akut. Proses produksi yang mencemari lingkungan juga dapat mengancam kesehatan manusia apabila sampai terhirup atau diserap oleh kulit.

Kandungan Kimia Berbahaya

Kuku adalah salah satu bagian tubuh yang seringkali diabaikan tampilannya. Namun untuk sebagian orang, kuku menjadi bagian penunjang penampilan yang juga menjadi perhatian.

Selain menjaga kebersihan dan memotong dengan rutin, mempercantik kuku dengan menggunakan cat kuku menjadi pilihan.

Warna beragam, hasil akhir yang sesuai keinginan, dan dapat dikombinasikan membuat cat kuku banyak dicari.

Cat kuku / kutek kuku yang ada di pasaran memang banyak menggunakan bahan kimia dalam pembuatannya. Sebagai konsumen, Anda sebaiknya memastikan terlebih dahulu bahan apa yang ada di dalam cat kuku.

Bahan-bahan seperti toluene dan formalin sudah jelas berbahaya untuk tubuh.

Beberapa produsen cat kuku telah merancang produk yang ramah lingkungan serta bebas dari racun. Tetapi tak sedikit pula yang masih menggunakan bahan-bahan berbahaya dan banyak dijual di sekitar kita.

Anda tentu tidak ingin kuku cantik Anda justru berdampak buruk bagi kesehatan bukan?

Kandungan Kimia Berbahaya
Kandungan Kimia Berbahaya | Source: http://www.healthy-holistic-living.com

Berikut ini beberapa bahan yang perlu diwaspadai ada pada cat kuku agar Anda dapat memilih produk yang aman dan menjadi panduan saat akan membeli cat kuku.

  • Dibutyl phthalate

Bahan pertama yang harus dihindari pemakaiannya adalah dibutyl phthalate (DBP).

Bahan ini ditambahkan untuk pewangi, membantu melarutkan bahan-bahan pewarna, serta menguatkan cat kuku agar tidak mudah rapuh setelah diaplikasikan.

Phthalate dapat menyebabkan gangguan pada hati, penyakit saluran pernapasan, penyakit ginekologi,  dan bahkan gagal ginjal apabila terserap ke dalam tubuh dalam waktu yang lama.

Uni Eropa juga telah memasukkan DBP sebagai endocrine disruptor dan racun bagi sistem reproduksi.

  • Etil Asetat

Bahan ini memiliki fungsi yang sama seperti DBP, yaitu mengeraskan cat kuku agar tidak rapuh setelah digunakan.

Padahal, bahan ini sama bahayanya karena juga dapat menyebabkan gangguan pada saraf serta organ dalam seperti paru-paru, ginjal, dan jantung.

Baca juga:  Manfaat Air Putih dan Bahayanya Saat Diminum Sambil Berdiri

Metil asetat biasanya juga digunanakan untuk membuat cat kuku. Selain nama yang mirip, fungsi dan bahaya yang ditimbulkan juga sama dengan etil asetat.

  • Formaldehyde

Bahan yang dikenal karena sering disalahgunakan untuk mengawetkan makanan ini tentu sudah tidak asing lagi.

Ya, formaldehida alias formalin merupakan bahan yang umum digunakan untuk mengeraskan cat kuku dan juga sebagai pengawet.

Seperti yang sudah kita ketahui, formalin  dapat menyebabkan kanker apabila dikonsumsi.

Tetapi, perlu diingat bahwa formalin tak hanya berwujud cairan melainkan juga dapat berwujud gas yang justru lebih berbahaya.

Dalam wujud gas, formalin dapat langsung masuk ke dalam paru-paru dan membentuk ikatan dengan gas lain yang ada di dalam.

Sebagai organ pernapasan, paru-paru akan mengalirkan gas yang ada di dalamnya melalui peredaran darah.

Dengan terbentuknya ikatan antara formaldehyde dengan oksigen membuat racun dapat menyebar ke seluruh tubuh dan menyembabkan berbagai penyakit dalam waktu yang singkat.

Formalin dapat menyebabkan iritasi pada mulut, tenggorokan, kulit, dan luka bakar kimia terutama bagi yang memiliki alergi pada bahan ini.

Sebuah Badan Internasional untuk Penelitian Kanker juga telah mengklasifikasikan formaldehida sebagai zat karsinogen bagi manusia.

Dimana jika bahan ini digunakan dalam jangka waktu yang lama, maka akan memicu timbulnya berbagai jenis kanker, sakit kepala, bahkan kematian.

  • Toluene

Bahan terakhir yang perlu diwaspadai adalah toluene.

Bahan ini berfungsi untuk melarutkan bahan-bahan kimia lain dalam cat kuku yang dapat membuat hasil akhir kuku terlihat halus serta dapat mempertegas dan mempertahankan warna.

Toluene dapat menimbulkan akibat dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Iritasi kulit hingga dermatitis, pusing, mual, iritasi pada mata, lemah dan pingsan adalah akibat yang ditimbulkan toluene apabila masuk ke dalam tubuh (baik dengan cara terhirup maupun terserap di kulit) dalam jangka pendek.

Kerusakan pada sistem saraf, saluran pernapasan, dan system reproduksi dapat terjadi apabila ada kontak dalam jangka panjang.

Bahan ini juga mengganggu perkembangan janin apabila digunakan pada ibu hamil.

Penggunaan bahan ini sebenarnya sudah dilarang, tetapi tetap saja ada produsen yang curang dan tetap menambahkannya ke dalam cat kuku.

Cara Memilih Cat Kuku yang Baik

Selain memastikan cat kuku yang Anda inginkan tidak mengandung bahan-bahan di atas, pilih cat kuku yang berbasis air, bukan pelarut kimia. Pilih juga cat kuku yang tidak memiliki bau yang menyengat.

Sebagian besar pelarut kimia akan menguap yang ketika digunakan akan mengeluarkan bau atau bahkan asap kimia dan dengan mudah dapat terhirup oleh kita.

Sedangkan cat kuku yang berbasis air akan melarutkan sebagian besar atau semua bahan kimia yang ada di dalamnya, sehingga tidak beracun.

Baca juga:  Benarkah Minuman Bersoda Berbahaya?
Cara Memilih Cat Kuku yang Baik
Cara Memilih Cat Kuku yang Baik | Source: http://www.wisegeek.com

Bahan-bahan lain yang perlu diwaspadai  ada di dalam cat kuku adalah:

  1. Aseton, bahan pelarut dalam cat kuku yang dapat menyebabkan iritasi pada telinga, hidung, tenggorokan, mual, dan dermatitis.

Selain itu, dalam proses pembuatannya, aseton dapat mencemari saluran air serta mencemari udara di dalam ruangan.

  1. Benzofenon, dapat menyebabkan gangguan pada hormon.
  2. Benzoil peroksida, apabila terhirup dapat menyebabkan iritasi pada selaput lendir bahkan kanker.
  3. Etil laktat atau etil alkohol, dalam jangka panjang akan menyebabkan kerusakan pada saraf serta iritasi pada mata dan selaput lendir.
  4. Xylene, bahan pelarut yang berasal dari petroleum, bersifat racun pada tubuh, bahkan dapat menjadi penyebab utama kanker.

Untuk meyakinkan konsumen, beberapa produsen akan memberikan tanda “5-Free” dan “3-Free” pada kemasan cat kuku.

Cat kuku dengan tanda “5-Free” berarti, produk tersebut tidak mengandung Formaldehyde, resin turunannya (resin formaldehid), Toluena, Dibutyl Phthalate, atau kamper.

Sedangkan tanda “3-Free” menunjukkan bahwa produk cat kuku ini bebas dari Formaldehyde, Dibutyl Phthalate, dan Toluena.

Cara lain yang dapat Anda lakukan adalah dengan memilih cat kuku yang menggunakan bahan-bahan organik. Biasanya cat kuku jenis ini akan memiliki label organik yang ditempel pada kemasannya.

Bisa juga Anda memilih pewarna kuku alami seperti henna yang memang terbuat dari tumbuhan sehingga lebih aman digunakan dan juga ramah lingkungan.

Bahaya Cat Kuku untuk Ibu Hamil

Bahaya Cat Kuku untuk Ibu Hamil
Bahaya Cat Kuku untuk Ibu Hamil | Source: http://infobaby.org

Seperti yang sudah disebutkan di atas, cat kuku dapat berbahaya dan berpengaruh pada kesehatan bayi dalam kandungan.

Bahan-bahan kimia berbahaya yang ada di dalam cat kuku dapat masuk menembus dinding plasenta dan merusak janin.

Toluene yang hampir selalu ada pada cat kuku juga dapat merusak saraf pada janin. Padahal, masa-masa kehidupan janin di dalam rahim merupakan masa-masa penting pembentukan saraf otak.

Tentu akan sangat disesalkan apabila terjadi gangguan pada pertubumbuhan otak anak hanya karena penggunaan cat kuku.

Selain itu, adanya toluene dalam dosis yang tinggi dalam tubuh dapat membuat janin menjadi cacat bahkan keguguran.

Meskipun belum banyak kasus yang terjadi di masyarakat, tetapi salah satu percobaan yang dilakukan pada hewan menunjukkan adanya pengaruh toluene pada system reproduksi dan kehamilan.

Untuk itu tidak ada salahnya jika kita selalu berhati-hati saat memilih dan menggunakan cat kuku.

Bagaimana Cat Kuku Bisa Masuk ke dalam Tubuh?

Bagaimana Cat Kuku Bisa Masuk ke dalam Tubuh
Bagaimana Cat Kuku Bisa Masuk ke dalam Tubuh | Source: http://www.fox25boston.com

Cat kuku digunakan dengan cara mengoleskannya pada kuku jari sehingga benar-benar hanya di permukaan.

Bahan-bahan kimia berbahaya yang mungkin ada di dalamnya, tidak dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku yang cukup tebal untuk melindungi kulit dari interaksi langsung cat kuku.

Lalu bagaimana bisa cat kuku masuk ke dalam tubuh?

Baca juga:  Kawat Gigi dan Cara Merawatnya

Tangan yang Anda gunakan untuk makan, dengan kuku jari yang dilapisi oleh cat kuku, bisa menjadi jalan masuk bahan-bahan berbahaya ini.

Ketika makan, bisa jadi bahan-bahan kimia pada cat kuku larut ke dalam makanan yang Anda konsumsi. Saat menikmati makanan tentu kita tidak berpikir sejauh ini bukan?

Selain kemungkinan bahan-bahan kimia ini terlarut dalam makanan, bisa juga masuk ke dalam tubuh melalui udara.

Bahan-bahan seperti formalin, etil asetat, dan toluene dapat menguap dan mengeluarkan bau yang menyengat. Nah, bau tersebut kemudian terhirup dan masuk ke paru-paru.

Beberapa orang yang peka atau alergi pada bahan-bahan ini akan langsung merasakan dampaknya berupa pusing dan mual, atau iritasi.

Namun bagi yang tidak, perlu diwaspadai karena dalam jangka panjang dapat membahayakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Bahaya Menggunakan Aseton untuk Membersihkan Cat Kuku

Bahaya Menggunakan Aseton untuk Membersihkan Cat Kuku
Bahaya Menggunakan Aseton untuk Membersihkan Cat Kuku | Source: http://ohmynailpolish.com

Untuk mengganti warna cat kuku, tentu terlebih dulu Anda harus menghapus cat lama pada kuku. Cairan yang umum digunakan untuk membersihkan cat kuku adalah aseton.

Tetapi setelah penggunaanya, aseton selalu membuat kulit serta kuku menjadi kering.

Ternyata, cara kerja aseton untuk menghilangkan cat kuku adalah dengan mengelupas lapisan kuku. Akibatnya kuku menjadi sangat kering sehingga mudah pecah dan rapuh.

Beberapa orang tidak memperhatikan ini dan menganggapnya sebagai hal yang biasa.

Sebaiknya, Anda tidak terlalu sering menggonta-ganti warna kuku, karena dengan begitu Anda akan semakin sering mengusapkan aseton pada kuku Anda.

Seharusnya, kuku tidak boleh terus menerus terkena aseton karena akan membuat kuku menjadi lunak sehingga menyebabkan kerapuhan kaku yang lebih lanjut disertai iritasi.

Selain menjadi rapuh, penggunaan aseton dapat membuat warna kuku menjadi kekuningan karena pigmen pada kuku luntur.

Apabila digunakan setiap hari, aseton juga akan membuat kutikula menjadi kering. Akibatnya, kulit  menjadi terbuka serta pecah-pecah pada permukaannya.

Ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan cat kuku tanpa merusak kesehatan tubuh dan kuku.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat larutan pembersih ini adalah air perasan lemon dan cuka apel.

Cara membuatnya, campurkan satu sendok makan air perasan lemon dengan tiga sendok makan cuka apel di dalam wadah, dan aduk hingga rata.

Setelah itu rendam kuku jari dalam laturan tersebut sekitar 30-40 detik atau hingga cat kuku mulai terlihat luntur. Angkat jari dari larutan lalu gosok-gosok kuku dengan kapas hingga cat kuku terhapus.

Meskipun asam, bahan tersebut tidak akan merusak kuku. Justru akan membuat kuku semakin berkilau dilengkapi kandungan anti bakteri seingga kuku tetap sehat.

Selamat mencoba ya, semoga bermanfaat.

Awas, Cat Kuku Berbahaya! Waspadai dari Sekarang!
5 (100%) 1 vote
Published inKesehatan

Be First to Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.